Senin, 12 Mei 2014

TUGAS MK.SIM, MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA



Tugas 1 Mata kuliah SIM, Manajemen Sumber Daya Manusia
TUGAS 1 MSDM
Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas (Faustino Cardoso Gomes, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit ANDY Yogyakarta).
Pertanyaan / tugas:
1.       Lakukan analisis kritis konsep tersebut di atas sesuai dengan kompetensi anda !
2.       Tunjukkan salah satu model MSDM yang efektif dalam kepemimpinan organisasi ?
3.       Juga berikan contoh model pengambilan keputusan yang efektif dalam kepemimpinan SDM ?
4.       Apa perbedaan dan korelasi antara MSDM dengan SIM ?
5.       Dan apa pula hubungan antara MSDM dengan Manajemen Kinerja (MK) ?

JABANAN
Sumber Daya Manusia (SDM), merupakan salah satu sumber daya yang terdapat dalam organisasi, meliputi semua orang yang melakukan aktivitas (Faustino Cardoso Gomes, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit ANDY Yogyakarta).
ANALISIS
1)      Pada dasarnya, SDM yaitu kegiatan mengenai pengadaan karyawan pada perusahaan atau organisasi sampai suatu ketika terjadi pemutusan hubungan kerja. Pengertian pertama merupakan definisi MSDM dalam istilah yang sederhana sedangkan pengertian kedua merupakan kesimpulan dari pengertian MSDM berdasarkan pada perspektif internasional,  makro dan mikro.
Konsep SDM menunjukkan seseorang untuk berorganisasi agar dalam perlakuan pekerjaan dan pemikirannya dapat bekerja dengan tepat dan baik. Secara kepemimpinan SDM sangat tergantung pada dirinya masing-masing, karna perasaan manusia memiliki ketakutan sendiri, maka dari itu kepribadian seseorang untuk meminpin harus memiliki jiwa yang berani dan kuat dalam memperjuangkan pekerjaannya.

2)      Model MSDM yang efektif dalam kepemimpinan organisasi, yaitu
Human resources model
Human resources model atau disebut dengan manajemen sumber daya manusia ini adalah suatu pengembangan dari model-model manajemen yang sebelumnya yaitu traditional model dan human relation model yang menyadari bahwa karyawan adalah orang yang ingin dilibatkan dalam organisasi. Seperti halnya dalam model human relation pada model human resources juga bersependapat bahwa bawahan harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, tetapi ada perbedaan point dalam memanajemen bawahan. Dalam model human relation terlihat mendekat dari sisi psikologis bawahan agar memiliki rasa terlibat dalam pengambilan keputusan tetapi model ini menyarankan agar bawahan diberi dengan batas dengan isu-isu yang berkaitan dengan kondisi kerja, penempatan dan penggunaan peralatan yang tidak begitu penting dan tidak terlibat dalam tugas-tugas kerja yang sedang dijalankan. Sedangkan model human resources ini lebih kepada pengembangan sumber daya pada karyawan itu sendiri.
3)      Contoh model pengambilan keputusan yang efektif dalam kepemimpinan SDM, yaitu :
Human Relation Model
Dalam human relation model merupakan bentuk dari ketidakpuasan atas praktik model manajemen tradisional yang cenderung kaku serta memperlakukan pegawai seperti mesin. Dalam model manajemen tradisional mencoba memfokuskan kajiannya pada spesialisasi tugas, ketertiban, stabilitas, dan pengendalian sehingga dapat memunculkan standarisasi kerja yang dinilai dapat mencapai produktifitas tertinggi para pegawai. Teori manajemen human relation model muncul diawali dari hasil eksperimen Hawthorne yang melahirkan banyak sekali teori-teori organisasi. Menurut Sulistiyani dan Rosidah (2003 : 20) fokus dalam teori manajemen ini adalah mengenai hubungan kerja kemanusiaan. Teori ini mencoba mengembangkan  point-point penting dalam teori manajemen tradisional yang kaku dan cenderung menganggap pegawai sebagai mesin yang menuntut produktivitas, efektifitas, serta efisiensi kerja.

4)      Perbedaan korelasi MSDM dan SIM
MSDM mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pembinaan, penggunaan dan perlindungan sumber saya manusia, sedangkan SIM  mencangkunp runang lingkup dan tingkatannya.

5)      Hubungan antara MSDM dengan Manajemen Kinerja (MK), yaitu
Mengatur peranan yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar